Dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha 1433 H, SDN 01 Pagi Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur menyelengarakan acara penyembelihan hewan Qurban.
Penyembeelihan hewan Qurban tersebut terlaksana atas kerjasama sekolah, para guru, dan orang tua murid di sekolah. Tujuan penyelenggaraan pemotongan hewan qurban tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kembangkan sikap kepedulian dan rela berkorban para siswa/i disekolah. Tujuan penting lainnya adalah bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pula untuk meningkatkan karakter dan wawasan keislaman di sekolah.
Dalam acara ini, dilakukan pemotongan satu ekor Sapi ukuran besar dan 5 ekor Kambing yang disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah, Kasie Dikdas Jakarta Timur dan Ketua Komite sekolah.
Kasie Dikdas Jakarta Timur menyambut baik kegiatan sosial keagamaan yang menjadi tradisi rutin di SDN 01 Pagi Pulogeban.Sebab, menurutnya kegiatan tersebut sangat positif untuk mendorong agar nilai-nilai kepedulian dan kepekaan sosial para siswa terbentuk sejak dini.
Dalam proses pemotongan hewan Qurban tersebut, Daging Qurban yang telah dipotong, kemudian dibagikan kepada yang berhak baik kepada orang tua murid, maupun kepada masyarakat dilingkungan sekitar sekolah.
Semoga amal ibadah dan niat baik semua pihak dalam kegiatan tersebut, dapat menambah manfaat dan nilai positif bak bagi pihak sekolah, dan khususnya bagi para siswa/i dilingkungan sekolah.


Komite Sekolah SDN Pulo Gebang 01 Pagi, bekerja sama dengan guru bahasa Inggris di sekolah tersebut telah membentuk kegiatan ekstrakurikuler bahasa Inggris. Tujuan dibentuknya English Club ini, disamping untuk mewadahi para siswa/i yang memiliki kemampuan minat, bakat dan prestasi dalam bahasa Inggris, keberadaan English Club juga diharapkan dapat memacu prestasi para siswa sekaligus memberikan daya rangsang kepada siswa betapa pentingnya penguasaan bahasa Inggris di masa yang akan datang.
SDN 01 Pagi Pulo Gebang, Cakung Jakarta Timur, sejak satu tahun terakhir ini telah memiliki kegiatan eksrakurikuler bela diri taekwondo. Kegiatan ekstra kurikuler ini telah diakui sebagai salah satu klub taekwondo yang diharapkan menjadi salah satu pusat pembinaan olah raga berprestasi di Jakarta Timur. Kegiatan ekstrakurikuler ini didirikan oleh Dewan Komite Sekolah SDN Pulo Gebang 01 pagi pada tanggal 28 Oktober 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjadi guru adalah cita-cita masa kecil Ahmad Yani (39). Cita-cita yang terus dipupuknya dan diwujudkan bersama perjalanan waktu. Yani telah mengabdikan diri selama 14 tahun sebagai guru Fisika di SMAN 8 Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com – Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dibuat dengan semangat untuk memperbaiki kesejahteraan guru, meningkatkan kualitas, dan memberikan perlindungan, serta menghapus perlakuan diskriminasi terhadap guru.
Sekolah menjadi tempat belajar bagi anak. Sekolah memberikan serangkaian materi untuk mengasah dan mengembangkan kemampuannya. Di sekolah juga terjadi proses pendewasaan untuk anak. Namun sekolah bukan satu-satunya tempat untuk mendidik anak, masih ada keluarga dan lingkungan masyarakat. Kunci keberhasilan anak di sekolah tidak hanya karena guru saja, tetapi ada orang tua yang turut ikut serta. Pendidikan yang baik adalah melibatkan orang dewasa yaitu orang tua. Jika orang tua terlibat langsung dalam pendidikan anak di sekolah maka prestasi anak akan meningkat. Dibalik anak yang selalu berprestasi dan menamatkan pendidikannya dengan baik ada orang tua yang selalu mendukung.
Anak-anak pasti suka dongeng. Kegiatan mendongeng atau bercerita ini dapat guru gunakan dalam menciptakan pembelajaran PKn yang menyenangkan. Metode bercerita ini dapat menarik minat belajar siswa. Selain itu memiliki tujuan yang luhur karena bermuatan pesan moral yang baik dan sangat berarti bagi perkembangan jiwa anak. Mendongeng pun menjadi cara termudah mengajari sesuatu kepada anak anak tanpa kesan menggurui. Dengan kata lain tujuan utama mendongeng adalah memperkaya pengalaman batin anak dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan pendidikan dengan cara yang paling sederhana dan menarik – (
” Horeeee!!”