Tips Memotivasi Siswa Kelas Rendah (Kelas 1-3 SD) untuk Menyelesaikan Tugas

Kendala yang dihadapi guru di kelas bukan hanya masalah kognisi atau psikomotor saja. Masalah yang berhubungan dengan afeksi atau prilaku siswa terkadang menuntut guru untuk segera menanganinya.

Salah satu kendala yang dihadapi guru adalah sikap tanggung jawab dan kemandirian siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru di kelas. Kerap kita sebagai guru menemui anak yang tidak dapat menyelesaikan tugas misalnya menyelesaikan soal latihan di papan tulis untuk disalin dan dikerjakan di buku tulis siswa. Waktu yang tersedia selama 2 x 35 menit belum cukup bagi mereka untuk menuntaskan latihan itu. Akhirnya lagi dan lagi mereka tak selesai. Latihan soal di sekolah ujung-ujungnya buat PR saja. Jika hal ini berlangsung terus menerus tentu jiwa pendidik kita tergerak untuk memperbaiki prilaku belajar ini. Jika motivasi verbal sudah tidak dapat digunakan mungkin strategi ini dapat membantu. Salah satu strategi yang saya terapkan di kelas adalah dengan permainan balap mobil (baca: balap nulis) Baca lebih lanjut

Bagaimana Membangun Kepercayaan Diri Pada Anak?

Jakarta– Tidak sedikit orang tua yang mengeluh anak mereka tidak percaya diri ketika berada di luar zona nyamannya yaitu rumah. Anak menjadi malu dan cenderung tidak berani melakukan sesuatu sendiri. Bagaimana caranya membangun kepercayaan diri anak?

Psikolog anak, D’Arcy Lyness mengungkapkan menjadi seorang anak memang butuh kepercayaan diri. Seperti dilansir Kids Health, ada banyak hal baru yang akan anak temui seperti pergi ke sekolah baru atau keluar dari rumah untuk pertama kalinya.

Para orang tua tentu ingin agar anak mereka bisa melakukan sesuatu sendiri sehingga anak berani menghadapi tantangan baru dan tentu saja percaya diri. Namun perlu diingat, setiap anak tidaklah sama.

Anak membangun kepercayaan diri mereka bukan hanya karena orangtuanya mengatakan mereka ‘hebat’ atau ‘pintar’. Anak merasa percaya diri karena prestasi yang mereka lakukan sendiri baik itu kecil ataupun besar. Saat orangtua memberikan pujian untuk prestasi tersebut, itu adalah nilai tambah. Baca lebih lanjut

SDN 01 Pulogebang Wujudkan Persahabatan dengan Lingkungan

Jakarta, Radar Online

Mutu dan kwalitas pendidikan yang paling di utamakan disetiap sekolah, namun hal lain yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Pulogebang 01 Pagi Jakarta Timur (Jaktim), disamping dari pada itu membangun persahabatan dengan lingkungan dan tidak terlepas dari program pendidikan, keasrian, serta citra rasa kebersamaan dari lingkungan sekitar selalu menjadi prioritas.

Saat Radar Online meminta tanggapan mengenai pendidikan, Kepala Sekolah SDN Pulogebang 01 Pagi, Drs. Rimbo Iryanto, Mpd mengatakan,” Setelah merealisasi komunikasi yang terbangun dengan baik berbagai keberhasilan sudah diraih sekolah kami ini dan patut di dapat segenap pihak yang terlibat dengan sekolah,” ujar Rimbo belum lama ini.

Situasi aman dan nyaman adalah hasil kerja keras, prestasi bersama dan lingkungan adalah sahabat sejati,” ujarnya menambahkan.

Ditempat terpisah kami meminta komentar dari Anggota DPRD Komisi E DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, SE,MM lewat selulernya mengatakan,” Kalau di Pendidikan yang diutamakan kwalitas dan kwantitas sekolah, baik kemitraan dengan lingkungan atau masyarakat sekitar,” tandasnya. (Charles.M)

Pihak Sekolah Terbuka dengan Kehadiran Wartawan (Catatan Klarifikasi)

Belum lama ini tepatnya kurang lebih satu bulan yang lalu, lingkungan SDN 01 dan 02 Pulo Gebang di sambangi wartawan. Seperti biasa dan sudah rutin atau sering terjadi di setiap tahun ajaran baru, dinamika dan aktivitas masuk sekolah biasanya ada yang menarik dan menjadi sumber informasi bagi media untuk di publikasi. Seperti yang terjadi pula dilingkungan SDN pulo gebang Jakarta Timur ini. Wartawan, seperti  yang diinformasikan pihak keamanan sekolah, berusaha masuk ke lingkungan sekolah dengan justifikasi mencari informasi atau sumber berita tentang sekolah.

Setelah di telusuri ternyata kepentingannya untuk mencari tahu, apakah pihak sekolah baik di SDN 01 maupun di SDN 02 melakukan praktek-praktek pungutan liar sehingga mereka berhak menanyakan sumber informasi  tersebut.

Jika terkait dengan kepentingan tersebut, maka pihak sekolah dan komite sekolah tentu saja akan dengan tangan terbuka memberikan informasi kepada siapapun, termasuk wartawan yang jelas identitas dan media atau surat kabarnya untuk memberikan informasi yang obyektif tentang kondisi di lingkungan sekolah.

Dengan memberikan informasi tersebut, tentu saja diharapkan akan memberikan implikasi dan citra positif buat pihak sekolah apabila informasi yang disampaikan tersebut di publikasikan di media atau surat kabar dimana wartawan tersebut bertugas. Baca lebih lanjut

Jangan Takut Menghadapi Wartawan “Bodrex” yang kehadirannya Hanya Memeras

Instansi, lembaga atau perusahaan biasanya menjadi salah satu obyek bagi pers untuk mencari informasi dan sumber berita. Informasi yang diperoleh dari hasil kerja reportase wartawan diharapkan dapat berguna bagi masyarakat yang membutuhkan informasi tersebut. Sebagai sebuah profesi luhur, kerja jurnalistik seorang wartawan tentu saja dilengkapi dengan identitas diri yang menunjukkan profesinya, termasuk surat kabar atau media yang menjadi bagian dari keberadaan wartawan tersebut ditengah-tengah masyarakat. Baca lebih lanjut

Perpisahan kelas 6 : Selamat dan Sukses Semoga Esok Lebih Baik dari Kemarin

Pada tanggal 21 – 22 Mei 2011, siswa/i kelas 6 SDN Pulogebang 01, angkatan 2010-2011 menyelenggarakan acara perpisahan di villa Cokro, Puncak Jawa Barat.

Acara yang diprakarsai oleh para orang tua murid, khususnya orang tua murid kelas 6 ini, bermaksud memberikan makna positif untuk memberikan kesan mendalam dan menyadarkan para siswa/i akan kenangan indah selama 6 tahun belajar di sekolah kita tercinta. Kenangan indah akan masa-masa bermain, belajar dan berprestasi serta menjadikan mereka kembali mengenang akan jasa para guru yang selama ini berhasil mendidik mereka dengan keikhlasan dan kesabaran.

Dengan acara ini mudah-mudahan mereka akan selalu mengingat peristiwa dan kenangan-kenangan indah itu. Bagi pihak sekolah, berbagai prestasi yang pernah di torehkan siswa/i kelas 6, telah ikut memberikan kontribusi berupa reputasi dan nama baik sekolah. Dan mudah-mudahan berbagai prestasi tersebut tetap dikenang dan akan diteruskan oleh adik-adik kelas. Selamat dan sukses untuk kelas 6, tingkatkan terus semangat dan prestasi belajar di bangku SMP nanti.

Arief Rachman: Jam Pelajaran Terlalu Banyak!

BANDUNG, KOMPAS.com – Praktik pendidikan di Indonesia saat ini telah salah kaprah. Orientasinya hanyalah pada aspek kognitif semata. Padahal, banyak aspek penting lain yang perlu diajarkan di sekolah, misalnya karakter daya juang.

Demikian dikatakan oleh pakar pendidikan Arief Rachman di sela Seminar Menyikapi Polemik Pelaksanaan Ujian Nasional yang diadakan Forum Guru Independen Indonesia (FGII) Kota Bandung, Senin (25/1/2010) di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

“Ini kritik saya untuk pendidikan di Indonesia. Di sini, mengajarnya jauh lebih berat daripada mendidiknya. Lihat saja, misalnya, pengajaran rumpun humaniora lebih banyak pengetahuan kognitifnya. Sebaliknya, pembiasaan pada pembentukan sikap malah miskin. Inilah yang harus kita dobrak,” tutur guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Menurut Arief, yang juga Ketua Harian Komisi Nasional untuk Unesco ini, jumlah mata pelajaran di Indonesia sebaiknya dikurangi dari yang ada sekarang. Dibandingkan negara lainnya, beban mata pelajaran siswa di sekolah di tanah air jauh lebih berat.

“Sebaiknya lebih sedikit, tetapi bisa lebih dalam. Bukan banyak, tetapi cetek-cetek,” tutur pengajar yang mengaku terus berjihad untuk perubahan paradigma pendidikan di tanah air ini.

Sulitnya PKN untuk Anak SD ?

Setiap kali ada jadwal PKN anakku yang kelas IV SD selalu bilang “stres aku, stres! PKN ora mudheng-mudhengo (sama sekali ga ngerti)”. Sebagai ibu aku berusaha untuk mengetahuinya seperti apa sih materinya. Ealah ternyata membicarakan tentang negara, sistem pemerintahan, komponen-komponen negara. Wow la yo wae bocah dadi ra mudheng blas (Pantas saja anak jadi sama sekali ga ngerti!). Lha itu khan materi kuliah saya di fak Hukum.

Kenapa sekarang ga diajarkan tentang dasar negara, itu khan prinsip yang wajib diketahui oleh setiap warga negara ?

Menurutku untuk anak-anak SD, materi seperti yang diajarkan saat ini terlalu berat. Karena kakaknya yang sekarang klas I SMA saja bilang lho itu khan pelajaran aku klas II SMP, itu kan implementasinya. Ya kalau anak-anak SD bisanya hanya menghafalkan saja tanpa memahaminya.

Seyogyanya pelajaran PKN untuk SD hanya pengantar saja lebih ditekankan pada pengertian tentang dasar negara, dan landasan idiil negara. Dalam hal ini Pancasila dan UUD 1945. Untuk pemahaman diajarkan ketika di sekolah tingkat lanjutan.

“Terkadang memang ada benarnya.. membangun logika berfikir anak untuk memahami ideologi negara tidak sesederhana apa yang tertulis dalam text buku pelajaran. Dibutuhkan strategi dan kiat cara mengajar yang mampu mendekatkan pemahaman anak terhadap ideologi bangsanya itu. Idiom-idiom atau istilah-istilah hukum dan ketatanegaraan, termasuk istilah-istilah dalam aktivitas sosial dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang tertuang ke dalam kurikulum PKN untuk anak SD saat ini memang harus disederhanakan dengan mindset berfikir anak”.

Guru Gaul.. itu Penting

Jadul, acak- acakan, gak menarik, serem, adduuuhhh……………udah gak jamannya lagi deh…….anak didik yang liat gurunya kaya gitu hmmmh….pasti ngrasa boring banget ma gurunya…..so pasti gak terlalu memperhatikan pelajarannya…..udah nyebelin galak lagi…yach….sebagai calon pendidik memang penampilan harus yang rapi n mungkin bisa dibilang sederhana, tapi duuuhh…..hari gini biasa biasa aja ntar muridnya kabur semua lagi, apa bedanya cetakan baru ma cetakan lama……kita sebagai yang baru harus dong bawa perubahan apalagi masih muda hmmhh…..buatlah anak didik semaksimal mungkin suka ma kita…..

Coba kalo penampilan gurunya menarik, supel, ramah, deket ma murid, warna pakaian yang mencolok jangan selalu gelap gelap ntar jadi serem…..coba deh fuel colour hmmm…….pasti menarik banget, terus yang namanya masih muda make up itu perlu lho…..bagi yang perempuan jangan biasa biasa ajah, buat dunk luar biasa, pake make up seperlunya yang penting keliatan seger mukanya….kalo cantik yang liatkan seneng……..n pastinya betah…hikksss….buat yang cowo pakaian juga jangan yang gelap- gelap yang cerah, n tatanan rambutnya diperhatikan, nah satu lagi yang jangan sampai lupa pakai parfum…..kalo wangi kan jadi seneng deket deket, kalo bau keringet aduuhh……makasih deh……

Jangan galak – galak ma anak didik, jadilah guru yang ramah, usahakan membuat anak didik selalu ceria, jangan cuek sama penampilan, karena semua diawali dengan penampilan untuk anak didik betah n selalu memperhatikan pelajaran, bisa dibilang gaul lah…..so pasti jadi guru yang paling dinanti- nantikan ma muridnya……Nah…..mulai sekarang tinggalkan yang jadul- jadul, tinggalkan kesan guru itu membosankan, tinggalkan kesan guru itu gak menarik, tinggalkan kesan guru itu selalu ketinggalan, ayooo…..ubah semua kesan itu, jadilah guru yang gaul yang selalu dinanti- nantikan oleh anak didiknya……

Dyah Novita Rini


By KOMITE SEKOLAH SDN 01 PULO GEBANG Posted in tips

Orang tua juga harus mengakui Kesalahan

Ada kalanya orang tua merasa malu mengakui kesalahannya ataupun Kebenaran yang muncul dari anak-anaknya. Sejatinya sebuah nilai kebenaran itu bisa muncul dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Bisa saja kebenaran itu muncul dari seorang Narapidana, di dalam Penjara, bahkan dari seorang anak kecil yang kita anggap tidak tahu apa-apa. Dalam hal ini jika kita tarik ke ranah Pendidikan maka jangan pernah merasa malu untuk mengakui Kebenaran itu meskipun muncul dari anak kita. Orang tua yang bijak adalah orang tua yang mampu mengakui nilai kebenaran yang muncul dari anaknya dan berupaya untuk mengapresiasi nilai kebenaran tersebut. Ada beberapa hal yang pantas untuk anda coba :

  1. Cobalah untuk mulai membangun jalur komunikasi dua arah pada anak, agar ia menjadi manusia yang bisa bercerita dan mendengar dengan baik.
  2. Cobalah untuk meminta pendapat sesuai dengan kemampuan anak.
  3. Jangan terlalu membebani pikiran anak terhadap kesalahan yang merupakan sifat dasar anak-anak