Orang tua juga harus mengakui Kesalahan

Ada kalanya orang tua merasa malu mengakui kesalahannya ataupun Kebenaran yang muncul dari anak-anaknya. Sejatinya sebuah nilai kebenaran itu bisa muncul dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Bisa saja kebenaran itu muncul dari seorang Narapidana, di dalam Penjara, bahkan dari seorang anak kecil yang kita anggap tidak tahu apa-apa. Dalam hal ini jika kita tarik ke ranah Pendidikan maka jangan pernah merasa malu untuk mengakui Kebenaran itu meskipun muncul dari anak kita. Orang tua yang bijak adalah orang tua yang mampu mengakui nilai kebenaran yang muncul dari anaknya dan berupaya untuk mengapresiasi nilai kebenaran tersebut. Ada beberapa hal yang pantas untuk anda coba :

  1. Cobalah untuk mulai membangun jalur komunikasi dua arah pada anak, agar ia menjadi manusia yang bisa bercerita dan mendengar dengan baik.
  2. Cobalah untuk meminta pendapat sesuai dengan kemampuan anak.
  3. Jangan terlalu membebani pikiran anak terhadap kesalahan yang merupakan sifat dasar anak-anak

 

Cara Terbaik Latih Disiplinkan Anak

Tak mudah mengajarkan disiplin pada anak. Bila pendekatannya sampai salah, alih-alih mengikuti nasihat Anda, yang terjadi mereka justru akan memberontak. Lupakan mendidik anak dengan menonjolkan kekuasaan orang dewasa, misalnya memarahi atau memukul. Karena hal ini akan mengajari si kecil untuk melawan. Membimbing anak adalah sesuatu yang perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sentuhan kasih sayang. Ingin tahu bagaimana mendidiknya, berikut ini caranya, dikutip dari laman Times of India.

Jika ingin anak mengikuti kemauan

Anda Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua. Jika ingin membiasakan mereka melakukan sesuatu, Anda harus memberinya contoh. Misalnya, membuang sampah di tempat yang benar, merapikan tempat tidur setelah bangun atau mengunyah makanan tanpa bersuara. Baca lebih lanjut

Andakah Kategori Orang Tua itu ?

Yakinkan kita sudah menjadi orang tua yang baik dan benar? Atau yakin nanti bisa menjadi orang tua yang baik? Ternyata setelah baca artikel ini jadi tau bahwa ada anggapan2 keliru yang kita pahami.

Masih ditulis oleh Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.

Kondisi ketidakpatutan dalam memperIakukan anak ini telah melahirkan berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan “mis-education” terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind(1989) mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain: Baca lebih lanjut

By KOMITE SEKOLAH SDN 01 PULO GEBANG Posted in Parents Info