Arief Rachman: Jam Pelajaran Terlalu Banyak!

BANDUNG, KOMPAS.com – Praktik pendidikan di Indonesia saat ini telah salah kaprah. Orientasinya hanyalah pada aspek kognitif semata. Padahal, banyak aspek penting lain yang perlu diajarkan di sekolah, misalnya karakter daya juang.

Demikian dikatakan oleh pakar pendidikan Arief Rachman di sela Seminar Menyikapi Polemik Pelaksanaan Ujian Nasional yang diadakan Forum Guru Independen Indonesia (FGII) Kota Bandung, Senin (25/1/2010) di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

“Ini kritik saya untuk pendidikan di Indonesia. Di sini, mengajarnya jauh lebih berat daripada mendidiknya. Lihat saja, misalnya, pengajaran rumpun humaniora lebih banyak pengetahuan kognitifnya. Sebaliknya, pembiasaan pada pembentukan sikap malah miskin. Inilah yang harus kita dobrak,” tutur guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Menurut Arief, yang juga Ketua Harian Komisi Nasional untuk Unesco ini, jumlah mata pelajaran di Indonesia sebaiknya dikurangi dari yang ada sekarang. Dibandingkan negara lainnya, beban mata pelajaran siswa di sekolah di tanah air jauh lebih berat.

“Sebaiknya lebih sedikit, tetapi bisa lebih dalam. Bukan banyak, tetapi cetek-cetek,” tutur pengajar yang mengaku terus berjihad untuk perubahan paradigma pendidikan di tanah air ini.

Iklan

Sulitnya PKN untuk Anak SD ?

Setiap kali ada jadwal PKN anakku yang kelas IV SD selalu bilang “stres aku, stres! PKN ora mudheng-mudhengo (sama sekali ga ngerti)”. Sebagai ibu aku berusaha untuk mengetahuinya seperti apa sih materinya. Ealah ternyata membicarakan tentang negara, sistem pemerintahan, komponen-komponen negara. Wow la yo wae bocah dadi ra mudheng blas (Pantas saja anak jadi sama sekali ga ngerti!). Lha itu khan materi kuliah saya di fak Hukum.

Kenapa sekarang ga diajarkan tentang dasar negara, itu khan prinsip yang wajib diketahui oleh setiap warga negara ?

Menurutku untuk anak-anak SD, materi seperti yang diajarkan saat ini terlalu berat. Karena kakaknya yang sekarang klas I SMA saja bilang lho itu khan pelajaran aku klas II SMP, itu kan implementasinya. Ya kalau anak-anak SD bisanya hanya menghafalkan saja tanpa memahaminya.

Seyogyanya pelajaran PKN untuk SD hanya pengantar saja lebih ditekankan pada pengertian tentang dasar negara, dan landasan idiil negara. Dalam hal ini Pancasila dan UUD 1945. Untuk pemahaman diajarkan ketika di sekolah tingkat lanjutan.

“Terkadang memang ada benarnya.. membangun logika berfikir anak untuk memahami ideologi negara tidak sesederhana apa yang tertulis dalam text buku pelajaran. Dibutuhkan strategi dan kiat cara mengajar yang mampu mendekatkan pemahaman anak terhadap ideologi bangsanya itu. Idiom-idiom atau istilah-istilah hukum dan ketatanegaraan, termasuk istilah-istilah dalam aktivitas sosial dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang tertuang ke dalam kurikulum PKN untuk anak SD saat ini memang harus disederhanakan dengan mindset berfikir anak”.

Guru Gaul.. itu Penting

Jadul, acak- acakan, gak menarik, serem, adduuuhhh……………udah gak jamannya lagi deh…….anak didik yang liat gurunya kaya gitu hmmmh….pasti ngrasa boring banget ma gurunya…..so pasti gak terlalu memperhatikan pelajarannya…..udah nyebelin galak lagi…yach….sebagai calon pendidik memang penampilan harus yang rapi n mungkin bisa dibilang sederhana, tapi duuuhh…..hari gini biasa biasa aja ntar muridnya kabur semua lagi, apa bedanya cetakan baru ma cetakan lama……kita sebagai yang baru harus dong bawa perubahan apalagi masih muda hmmhh…..buatlah anak didik semaksimal mungkin suka ma kita…..

Coba kalo penampilan gurunya menarik, supel, ramah, deket ma murid, warna pakaian yang mencolok jangan selalu gelap gelap ntar jadi serem…..coba deh fuel colour hmmm…….pasti menarik banget, terus yang namanya masih muda make up itu perlu lho…..bagi yang perempuan jangan biasa biasa ajah, buat dunk luar biasa, pake make up seperlunya yang penting keliatan seger mukanya….kalo cantik yang liatkan seneng……..n pastinya betah…hikksss….buat yang cowo pakaian juga jangan yang gelap- gelap yang cerah, n tatanan rambutnya diperhatikan, nah satu lagi yang jangan sampai lupa pakai parfum…..kalo wangi kan jadi seneng deket deket, kalo bau keringet aduuhh……makasih deh……

Jangan galak – galak ma anak didik, jadilah guru yang ramah, usahakan membuat anak didik selalu ceria, jangan cuek sama penampilan, karena semua diawali dengan penampilan untuk anak didik betah n selalu memperhatikan pelajaran, bisa dibilang gaul lah…..so pasti jadi guru yang paling dinanti- nantikan ma muridnya……Nah…..mulai sekarang tinggalkan yang jadul- jadul, tinggalkan kesan guru itu membosankan, tinggalkan kesan guru itu gak menarik, tinggalkan kesan guru itu selalu ketinggalan, ayooo…..ubah semua kesan itu, jadilah guru yang gaul yang selalu dinanti- nantikan oleh anak didiknya……

Dyah Novita Rini


By KOMITE SEKOLAH SDN 01 PULO GEBANG Posted in tips

Orang tua juga harus mengakui Kesalahan

Ada kalanya orang tua merasa malu mengakui kesalahannya ataupun Kebenaran yang muncul dari anak-anaknya. Sejatinya sebuah nilai kebenaran itu bisa muncul dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Bisa saja kebenaran itu muncul dari seorang Narapidana, di dalam Penjara, bahkan dari seorang anak kecil yang kita anggap tidak tahu apa-apa. Dalam hal ini jika kita tarik ke ranah Pendidikan maka jangan pernah merasa malu untuk mengakui Kebenaran itu meskipun muncul dari anak kita. Orang tua yang bijak adalah orang tua yang mampu mengakui nilai kebenaran yang muncul dari anaknya dan berupaya untuk mengapresiasi nilai kebenaran tersebut. Ada beberapa hal yang pantas untuk anda coba :

  1. Cobalah untuk mulai membangun jalur komunikasi dua arah pada anak, agar ia menjadi manusia yang bisa bercerita dan mendengar dengan baik.
  2. Cobalah untuk meminta pendapat sesuai dengan kemampuan anak.
  3. Jangan terlalu membebani pikiran anak terhadap kesalahan yang merupakan sifat dasar anak-anak

 

Cara Terbaik Latih Disiplinkan Anak

Tak mudah mengajarkan disiplin pada anak. Bila pendekatannya sampai salah, alih-alih mengikuti nasihat Anda, yang terjadi mereka justru akan memberontak. Lupakan mendidik anak dengan menonjolkan kekuasaan orang dewasa, misalnya memarahi atau memukul. Karena hal ini akan mengajari si kecil untuk melawan. Membimbing anak adalah sesuatu yang perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sentuhan kasih sayang. Ingin tahu bagaimana mendidiknya, berikut ini caranya, dikutip dari laman Times of India.

Jika ingin anak mengikuti kemauan

Anda Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua. Jika ingin membiasakan mereka melakukan sesuatu, Anda harus memberinya contoh. Misalnya, membuang sampah di tempat yang benar, merapikan tempat tidur setelah bangun atau mengunyah makanan tanpa bersuara. Baca lebih lanjut

Beberapa Tips Pelajaran di Sekolah Dasar (Untuk Para Guru)

BAHASA INDONESIA

Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu pelajaran yang paling mudah , tetapi kalau tidak bervariasi / kurang menarik pengajarannya maka akan menimbulkan kebosanan. Tips yang terbaik untuk mengajar dan belajar Bahasa Indonesia yang baik , mudah dan menarik , sebagai berikut :

  • Melalui percakapan , puisi , drama , berpantun , bercerita , berpidato, dan membaca , untuk menampilkan anak – anak. Guru harus benar – benar sudah mempersiapkan pokok bahasan yang akan diajarkan berupa naskah. Selanjutnya mengadakan latihan – latihan yang sudah dilakukan oleh anak – anak. Bilamana perlu, bisa ditampilkan melalaui kegiatan panggung yang diselenggarakan di sekolah atau dilombakan .Dengan cara tersebut di atas disamping mendidik anak – anak untuk berani tampil sekaligus menjadikan anak tersebut lebih percaya diri.
  • Pengajaran Bahasa Indonesia di kelas I dan II ditekankan pada bentuk tulisan, membaca, dan pemahaman tiap kata . Kalau siswa sudah mampu menguasai perbendaharaan kata yang banyak dan sudah bisa membuat kalimat sendiri maka siswa tersebut baru bisa membuat karangan singkat dari buku yang pernah mereka baca.
  • Tulisan siswa Kelas I dan II masih cenderung kurang bagus , guru harus bisa melatih siswa untuk menulis tegak bersambung yang baik dan benar. Bila tulisan anak sudah cukup baik dan benar maka dengan mudah guru mengajak siswa untuk belajar Bahasa Indonesia
  • Metode permainan , seperti : teka teki silang dan kata berkait
  • Mengadakan kunjungan rutin ke perpustakaan sekolah , siswa dapat membaca dan meminjam buku – buku yang bermanfaat sekaligus menambah pengetahuan mereka Baca lebih lanjut

Membantu Anak Memotivasi Belajar Matematika di Sekolah Dasar

Matematika SD adalah dasar dari semua matematika di masa depan anak Anda. Kita dapat menggunakan keterampilan dasar matematika dalam sehari-hari. Mungkin Anda perlu membaca posting mengenai game online matematika atau 10 trik belajar matematika.

Untungnya, mudah dan menyenangkan untuk membantu anak Anda dengan matematika SD.

Berkomunikasi dengan guru anak Anda.

Ketika datang ke akademisi, tidak ada yang tahu anak Anda apakah menyukai guru mereka. Gunakan dirinya sebagai sumber daya. Mengajukan banyak pertanyaan:

“Apa keterampilan matematika yang Anda fokuskan pada minggu ini?”

“Bagaimana caranya agar saya bisa memperkuat keterampilan Anak saya di rumah?”

“Apa anak saya perlu belajar lebih pada biasanya ?”

Pastikan untuk tetap berhubungan dengan guru tanpa mengganggu kegiatan belajar – Jangan mengganggu waktu belajar mereka di kelas-. Anda dapat menanyakan langsung ataupun melalui surat/email. Menggunakan email sehingga guru dapat menyusun jawaban yang bijaksana pada waktu mereka sendiri, bukan pada waktu sekolah. Baca lebih lanjut

Pentingnya Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah

Di setiap sekolah biasanya ada kegiatan tambahan selain pelajaran yang diadakan di kelas yaitu kegiatan ekstra kurikuler (ekskul). Ekstra kurikuler sendiri artinya kegiatan yang dilakukan siswa sekolah/universitas di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Universitas.

Kegiatan eskul ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuannya di berbagai bidang diluar akademik. Manfaat kegiatan ini untuk wadah penyaluran hobi, minat, dan bakat para siswa secara positif yang dapat mengasah kemampuan, daya kreativitas, jiwa sportivitas, dan meningkatkan rasa percaya diri. Akan lebih baik bila mampu memberikan prestasi gemilang di luar sekolah sehingga dapat mengharumkan nama sekolah. Baca lebih lanjut

Tips Menghadapi Ujian Nasional (UN)

Ujian Nasional (UN), sejak dari pertama diberlakukan sampai sekarang belum lepas dari kontroversi. Ada pihak yang mendukung terhadap pelaksanaan UN, tapi juga tidak sedikit pihak yang menyayangkan atas diberlakukannya UN dan meghendaki UN sebaiknya ditiadakan. Tetapi walau demikian adanya pemerintah tetap pada keputusan untuk melaksanakan UN sebagai salah satu standar kelulusan.

Walapun demikian adanya, kita sebagai pendidik, orang tua ataupun siswa tidak perlu berpolemik terhadap hal tersebut, toh UN tetap akan dilaksanakan dan kita akan menghadapinya. Yang harus kita lakukan sekarang adalah mempersiapkan matang-matang untuk menghadapinya. Dengan harapan hasil yang akan kita capai sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan baik itu orang tua, sekolah, ataupun siswa itu sendiri: Baca lebih lanjut