Tentang Komite Sekolah

Komite Sekolah dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS), dijabarkan dalam Kepmendiknas No. 044/U/2002. Sebagai acuan dapat digunakan Lampiran II Kepmendiknas No. 033/U/2002 tersebut.

Komite Sekolah/Madrasah sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan (Pasal 56, ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003)

Secara organisasi, Komite Sekolah dibentuk di satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan. Dapat berbeda strukturnya satu dengan yang lain, namun ada acuan yang diharapkan sama, yaitu tentang PERAN dan FUNGSI.

Maksud Pembentukan Komite Sekolah

Maksud dibentuknya Komite Sekolah adalah agar ada suatu organisasi masyarakat sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Komite Sekolah yang dibentuk dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya, demografis, ekologis, nilai kesepakatan, serta kepercayaan yang dibangun sesuai dengan POTENSI MASYARAKAT SETEMPAT &  merupakan pengembang kekayaan filosofis masyarakat secara kolektif

Komite Sekolah mengembangkan konsep yang berorientasi kepada :

  • Pengguna (client model)
  • Berbagi kewenangan (power sharing and advocacy model)
  • Kemitraan (partnership model) dan
  • difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan

Tujuan Pembentukan Komite Sekolah

  1. Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan.
  2. Meningkatkan tanggung-jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan
  3. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan

Peran Komite Sekolah

  1. Sebagai Lembaga PEMBERI PERTIMBANGAN (advisory agency)
  2. Sebagai Lembaga PENDUKUNG (supporting agency)
  3. Sebagai Lembaga PENGONTROL (controlling agency)
  4. Sebagai MEDIATOR

Fungsi Komite Sekolah

  1. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitment masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu
  2. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu
  3. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat
  4. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan, mengenai : Kebijakan dan program pendidikan, Rencana Pengembangan Sekolah (RPS), Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS), Kriteria kinerja satuan pendidikan, Kriteria tenada kependidikan, Kriteria fasilitas pendidikan, Hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s